Malaysia Makin Remehkan Indonesia

Katanya kita negara serumpun... katanya kita ini bersaudara... katanya kita sama-sama bangsa Melayu dan banyak lagi katanya2.

Ya, mao dikata apa lagi. Ternyata, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang kita cintai ini dipandang sebelah mata oleh Malaysia, negara tetangga kita.

Sudah banyak kasus yang menunjukkan kalau mereka (Malaysia) selalu meremehkan Indonesia, yang dulu dikenal sebagai Macan Asia. Dari kebudayaan kita yang diklaim secara terang-terangan di dunia internasional oleh mereka merupakan milik negeri Jiran tersebut, sampai pulau yang jelas-jelas masuk dalam wilayah RI disabot atau diakuinya.

Eh... Jumat lalu (13 Agustus 2010), hal itu terjadi lagi. Bahkan, kejadian tersebut bisa memicu terjadinya konflik terbuka antarkedua negara yang masuk dalam ASEAN.

Ini kronologinya:
Pada Jumat, 13 Agustus 2010 sekitar pukul 10.30 WIB, Pengawas Perikanan Tanjung Balai Karimun menyiapkan Kapal Dolphin 015 ke Batam untuk patroli bersama. Pengawas perikanan Batam mendapat informasi dari masyarakat ada kapal ikan asing berbendera Malaysia melakukan penangkapan ikan di sekitar perairan Berakit.

Sekitar Pukul 14.00 WIB, Kapal Dolphin 015 diawaki tiga anggota Satker DKP Tanjung Balai Karimun berangkat menuju ke Batam. Pada pukul 19.00, Kapal Dolphin 015 bergerak ke lokasi target. Di sana, mereka memergoki kapal ikan asing berbendera Malaysia sedang menangkap ikan di wilayah Perairan Indonesia. Kapal itu kemudian digiring ke Batam. Tiga petugas mengawal naik di atas kapal tersebut.

Pukul 22.00 WIB, tiba-tiba kapal patroli Marine Police Malaysia menghadang. Polisi Malaysia memerintahkan anggota DKP yang ada di Kapal Dolphin 015 untuk naik keatas Kapal mereka. Permintaan ditolak. Salah seorang petugas, Hermanto menjelaskan kapal berbendera Malaysia tersebut ditangkap karena mereka menangkap ikan di wilayah Perairan Indonesia. Kapal Patroli Marine Police Malaysia tidak menanggapi.

Lalu, Kapal Patroli Marine Police Malaysia mengeluarkan tembakan peringatan. Nakhoda Kapal Dolphin 015 melarikan diri ke arah lampu Berakit. Sementara itu, kapal ikan asing berbendera Malaysia yang dikawal oleh tiga orang anggota DKP ditangkap oleh Kapal Patroli Marine Police Malaysia.

Tentunya, hal itu membuat pencinta Merah Putih geram. Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad mengaku sudah mengambil langkah-langkah atas ditangkapnya tiga petugas Dinas Kelauatan dan Perikanan Kepulauan Riau oleh Polisi Air Malaysia.

Ia telah meminta Menteri Luar Negeri membuat surat untuk memberi teguran atau nota diplomat. "Isinya, mereka salah masuk teritori kita dan minta tiga orang pengawas diselamatkan dan dijaga. Selain itu, supaya hal seperti ini tidak terjadi di masa datang," tuturnya di Jakarta, Minggu 15 Agustus 2010.

Sedangkan Presiden SBY meminta proses diplomasi dalam pemulangan tiga petugas pengawas perikanan Indonesia tersebut. "Agar diselesaikan secara baik-baik," kata Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto.

Yang perlu dipikirkan, yaitu reaksi keras dari organisasi masyarakat (ormas) Tanah Air. Di antaranya, Forum Studi Aksi Demokrasi (FOSAD).

Sebab, organisasi yang sebagian besar beranggotakan anak-anak veteran ini memberi ultimatum dalam 2x24 jam pemerintah Malaysia harus sudah membebaskan 3 WNI yang ditahan. Kalau tidak, organisasi ini akan menggalang massa untuk sweeping warga Malaysia di Indonesia serta memulangkan mereka secara paksa.

Nah... sekarang bagaimana sikap kita Pak? Apakah kita selalu mengalah, mengalah, mengalah, dan terus mengalah atas sikap kurang bersahabatnya negara yang mengaku saudara kita. Apa pemerintah ingin melihat aksi rakyatnya dulu terhadap kelakuan Malaysia yang juga kerap merendahkan martabat para TKI kita?

Tolong Bapak-bapak yang memerintah negara ini, tunjukkan sikap kalau Indonesia perlu diperhitungkan di dunia internasional, bukan hanya dicibir semata. Selamat Bekerja
Malaysia Makin Remehkan Indonesia Malaysia Makin Remehkan Indonesia Reviewed by chaplin-putra on 11:14 AM Rating: 5
Diberdayakan oleh Blogger.