Siapa "Presiden" PSSI

Jumat, 20 Mei 2011 akan menjadi momen penting bagi para pencinta sepakbola Tanah Air. Sebab, akan digelar acara Kongres PSSI di Hotel Sultan, Jakarta Pusat. Kenapa penting? Karena acara itu bakal menentukan Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Indonesia periode 2011-2015.

Diperkirakan, hotel tersebut akan dijejali ratusan atau mungkin ribuan orang dari berbagai macam kepentingan. Dari penghuni atau pengunjung hotel, sampai calon-calon pemimpin Persatuan Sepak Bola Indonesia pengganti Nurdin Halid yang sudah dua periode memimpin.

Selain itu, momen itu pun dikawal ratusan personel aparat kepolisian dibantu Polisi Militer (PM), untuk menyiasati kemungkinan hadirnya pria cepak berbadan tegap yang kebetulan tidak diundang di acara itu.

Kok, sampai begitu pentingnya acara itu? Kayak, mao kedatangan presiden atau wakil presiden aja. (hehehe) Tapi, bisa jadi. Soalnya, acara itu kan untuk memilih orang kuat atau pemimpin yang juga bisa disebut sebagai "Presiden" di tubuh PSSI.

Kenapa bisa disejajarkan dengan jabatan presiden maupun wakil presiden? Sebab, posisi Ketua Umum dan Wakil Ketua PSSI saat ini menjadi rebutan dan memicu terjadinya kisruh. Bahkan, Nurdin Halim pun sempat bertahan ingin mempertahankannya. Sebetulnya, ada apa sih?

Nah, yang saat ini sedang ramai-ramainya diberitakan di media, yakni munculnya pernyataan Ketua Komite Normalisasi Agum Gumelar yang mengatakan bahwa ada intimidasi dari sejumlah perwira militer terhadap anggota PSSI peserta Kongres untuk menandatangani mosi tidak percaya terhadap kepemimpinannya sebagai Ketua Komite Normalisasi.

Selain itu, dikhawatirkan pelaksanaan Kongres kembali terjadi kerusuhan seperti Kongres sebelumnya di Pekanbaru, Riau pada Maret lalu.

Seperti diketahui, Komite Normalisasi menolak Arifin Panigoro dan George Toisutta (Kepala Staf Angkatan Darat) masuk dalam bursa calon Ketua Umum dan Wakil Ketua PSSI periode 2011-2015. Keduanya dilarang FIFA maju pada Kongres PSSI. Dua nama lainnya adalah Nurdin Halid dan Nirwan Bakrie. Yang jadi dasar pertimbangan FIFA, keempatnya merupakan kandidat yang telah dianulir oleh Komite Banding pimpinan Tjipta Lesmana.

Sedangkan nama-nama calon yang digolkan Komite Normalisasi untuk ikut dalam bursa pemilihan Ketua Umum, Wakil Ketua Umum dan Anggota Exco PSSI periode 2011-2015 bisa dibaca di sini:

Ya, mudah-mudahan, pemilihan "Presiden" PSSI ini berlangsung aman dan tertib, sehingga muncul pemimpin baru yang bisa memberikan nuansa dan nafas baru bagi Persepakbolaan Indonesia di saat ini dan masa yang akan datang.

Nah, siapa kira-kira yang cocok menjadi "Presiden" PSSI, pengganti Nurdin Halid? Bagaimana Komentar Anda?
Siapa "Presiden" PSSI Siapa "Presiden" PSSI Reviewed by chaplin-putra on 11:53 AM Rating: 5
Diberdayakan oleh Blogger.