Yang namanya rejeki... kadang nggak disangka2 datang menghampiri. Tapi, kadang juga pergi di saat sudah di depan mata kita. Mungkin, kata-kata ini bisa dibilang cocok dengan kejadian yang menimpa sejumlah orang yang rencananya mengikuti kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke Belanda.
Kunjungan Presiden SBY ke Belanda dibatalkan secara mendadak, karena ada permintaan RMS agar pengadilan HAM di negeri itu menangkap SBY saat berkunjung ke Belanda. Persidangan dilaksanakan Rabu 6 Oktober 2010 waktu setempat.
Ternyata, batalnya kunjungan Presiden RI ke Negara Kincir Angin tersebut banyak menuai kritikan dari berbagai pihak. Ada yang bilang SBY pengecut dan penakut, padahal mana mungkin seorang petinggi pejabat negara lain akan diadili di negara orang karena Presiden Yudhoyono memiliki hak imunitas sehingga tidak bisa jadi subyek gugatan hukum.
Ada pula yang berpendapat, presiden kita ini terlalu temperamental, cepat marah, dan tersinggung terhadap sesuatu hal yang sebetulnya tidak perlu ditanggapi.
Ah... nggak usah terlalu dibahas tentang itu. Nah yang menarik, cerita dibalik rencana keberangkatan tersebut. Batalnya kunjungan itu ternyata membuat banyak pihak yang kecewa, termasuk para rombongan yang rencananya ikut menemani SBY ke Belanda.
Kabarnya, rombongan yang mestinya berangkat itu sudah pinjam sana-sani untuk meninggalkan istri dan anak tercinta atau membeli keperluan untuk memenuhi keperluan di negeri bekas penjajah Indonesia itu.
Memang sih itu sudah menjadi tugas negara, tapi mereka tentunya berharap mendapatkan SPJ dengan dolar agar bisa mengganti uang yang mereka pinjam tadi. Nasib, kalau bukan rejeki mao bilang apa.
Kunjungan Presiden SBY ke Belanda dibatalkan secara mendadak, karena ada permintaan RMS agar pengadilan HAM di negeri itu menangkap SBY saat berkunjung ke Belanda. Persidangan dilaksanakan Rabu 6 Oktober 2010 waktu setempat.
Ternyata, batalnya kunjungan Presiden RI ke Negara Kincir Angin tersebut banyak menuai kritikan dari berbagai pihak. Ada yang bilang SBY pengecut dan penakut, padahal mana mungkin seorang petinggi pejabat negara lain akan diadili di negara orang karena Presiden Yudhoyono memiliki hak imunitas sehingga tidak bisa jadi subyek gugatan hukum.
Ada pula yang berpendapat, presiden kita ini terlalu temperamental, cepat marah, dan tersinggung terhadap sesuatu hal yang sebetulnya tidak perlu ditanggapi.
Ah... nggak usah terlalu dibahas tentang itu. Nah yang menarik, cerita dibalik rencana keberangkatan tersebut. Batalnya kunjungan itu ternyata membuat banyak pihak yang kecewa, termasuk para rombongan yang rencananya ikut menemani SBY ke Belanda.
Kabarnya, rombongan yang mestinya berangkat itu sudah pinjam sana-sani untuk meninggalkan istri dan anak tercinta atau membeli keperluan untuk memenuhi keperluan di negeri bekas penjajah Indonesia itu.
Memang sih itu sudah menjadi tugas negara, tapi mereka tentunya berharap mendapatkan SPJ dengan dolar agar bisa mengganti uang yang mereka pinjam tadi. Nasib, kalau bukan rejeki mao bilang apa.
SBY Batal ke Belanda, Kalo Bukan Rejeki ya Bagaimana
Reviewed by chaplin-putra
on
4:22 PM
Rating: