Pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara, merencanakan pembangunan jalan tol sepanjang 1.000 kilometer di Sumatera. Pembangunan tersebut nantinya akan melibatkan perusahaan BUMN, PT Jasa Marga Tbk, dengan pemerintah daerah setempat.
Menurut Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Djoko Murjanto, proyek pembangunan jalan tol lintas Sumatera sepanjang 1.000 kilometer itu juga merupakan agenda Kementerian PU.
"Jadi sama saja, Kementerian BUMN maupun Kementerian PU, ya proyek pemerintah," kata dia saat diajak ngobrol melalui telepon selulernya di Jakarta, Senin 5 Maret 2012.
Dia mengungkapkan, dari proyek jalan tol sepanjang 1.000 kilometer tersebut, yang pertama akan dibangun pemerintah yakni jalan tol Medan-Binjai sepanjang 15,8 kilometer dan Pekanbaru-Dumai dengan panjang 135 kilometer. "Karena, saat ini sudah masuk proses pembebasan lahan," ujar Djoko.
Kendati demikian, Djoko tidak berani menargetkan kapan kedua proyek jalan tol yang masuk dalam agenda program ruas tol 1.000 kilometer di Sumatera itu mulai dibangun. "Sebab, dalam pembebasan lahan itu tidak mudah. Maklum, terkait dengan masyarakat yang memiliki tanah," ujarnya.
Selain itu, dia menambahkan, kedua proyek ruas tol tersebut tidak mendapat kemudahan dalam hal pembebasan lahan seperti diatur dalam UU Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum, termasuk untuk proyek jalan tol.
"Untuk jalan tol Medan-Binjai dan Pekanbaru-Dumai tidak bisa menggunakan UU Pengadaan Tanah, karena sudah berjalan proses pembebasan lahannya. Mungkin, nanti untuk proyek tol jalur Sumatera lain yang belum melakukan pembesan lahan bisa diterapkan," tutur Djoko.
Seperti diketahui, dalam pertemuan Menteri BUMN dengan seluruh gubernur se-Sumatera, sekitar delapan gubernur Sumatera menyetujui pembangunan jalan tol ini, antara lain, Nanggroe Aceh Darussalam, Lampung, Bengkulu, Sumatera Selatan, Jambi, Sumatera Barat, Riau, dan Sumatera Utara. Lengkapnya, silakan baca di tautan ini.
Menurut Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Djoko Murjanto, proyek pembangunan jalan tol lintas Sumatera sepanjang 1.000 kilometer itu juga merupakan agenda Kementerian PU.
"Jadi sama saja, Kementerian BUMN maupun Kementerian PU, ya proyek pemerintah," kata dia saat diajak ngobrol melalui telepon selulernya di Jakarta, Senin 5 Maret 2012.
Dia mengungkapkan, dari proyek jalan tol sepanjang 1.000 kilometer tersebut, yang pertama akan dibangun pemerintah yakni jalan tol Medan-Binjai sepanjang 15,8 kilometer dan Pekanbaru-Dumai dengan panjang 135 kilometer. "Karena, saat ini sudah masuk proses pembebasan lahan," ujar Djoko.
Kendati demikian, Djoko tidak berani menargetkan kapan kedua proyek jalan tol yang masuk dalam agenda program ruas tol 1.000 kilometer di Sumatera itu mulai dibangun. "Sebab, dalam pembebasan lahan itu tidak mudah. Maklum, terkait dengan masyarakat yang memiliki tanah," ujarnya.
Selain itu, dia menambahkan, kedua proyek ruas tol tersebut tidak mendapat kemudahan dalam hal pembebasan lahan seperti diatur dalam UU Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum, termasuk untuk proyek jalan tol.
"Untuk jalan tol Medan-Binjai dan Pekanbaru-Dumai tidak bisa menggunakan UU Pengadaan Tanah, karena sudah berjalan proses pembebasan lahannya. Mungkin, nanti untuk proyek tol jalur Sumatera lain yang belum melakukan pembesan lahan bisa diterapkan," tutur Djoko.
Seperti diketahui, dalam pertemuan Menteri BUMN dengan seluruh gubernur se-Sumatera, sekitar delapan gubernur Sumatera menyetujui pembangunan jalan tol ini, antara lain, Nanggroe Aceh Darussalam, Lampung, Bengkulu, Sumatera Selatan, Jambi, Sumatera Barat, Riau, dan Sumatera Utara. Lengkapnya, silakan baca di tautan ini.
Dua Proyek Awal Tol 1.000 Km di Sumatera
Reviewed by chaplin-putra
on
11:14 AM
Rating: