Pendekar Kera

Pada tahun 70-an. lahirlah seorang bocah lelaki dari pasangan berdarah Banten dan Betawi. Meski wajahnya terbilang tampan, tapi perawakannya mirip seekor kera. "Ini anak mirip siapa ya," tanya seseorang yang kebetulan melihat persalinan bocah tersebut.

Kendati begitu, kedua orangtuanya merawat dengan baik dan penuh kasih sayang. Bahkan, meski tak berselang setahun kemudian lahir adiknya seorang putri cantik dan tahun berikutnya disusul si bungsu laki-laki berwajah rupawan. "Kau menjadi Abang yang mesti menyayangi dan menjaga adik-adikmu," kata sang Ayah kepada bocah berperawakan mirip kera yang diberinama Sule.

Waktu terus berlalu, Sule sudah mengenyam pendidikan sekolah dasar di sebuah sekolah dasar negeri di bilangan Salemba, Jakarta Pusat. Di sana lah, ia pertama kali mengenal yang namanya ilmu bela diri. Ilmu yang pertama ia pelajari adalah Silat SINLAMBA.

Namun, ia tak begitu lama mendalami Silat tersebut karena terbawa rayuan dan iming-iming dari teman sekelasnya yang bilang kalau bela diri luar tak kalah hebatnya. Akhirnya, Sule beralih ke NINJUTSU, yang konon kata orang berasal dari Jepang.

Cukup lama juga ia berlatih ilmu negeri Sakura itu, meski cuma dua tahun lamanya yang ditunjukkan dari keberhasilannya mendapatkan Ban Hijau (yang membedakan dari tingkat kemampuan seseorang mendalami NINJUTSU).

Ya namanya masih anak-anak, setelah lulus dari SD, Sule tidak lagi meneruskan latihannya tersebut dan memilih aktif di organisasi lain di sekolah menengah pertama negeri di daerah Percetakan Negara, Jakarta. Ia pun asyiik dengan kegiatan-kegiatan ekstrakulikuler yang ditawarkan sekolahan tersebut. Sebab, Sule bisa mendapatkan pendidikan bagaimana ia mesti bisa hidup mandiri di tengah hutan dengan berbekal seadanya.

******* (bersambung)
Pendekar Kera Pendekar Kera Reviewed by chaplin-putra on 3:35 PM Rating: 5
Diberdayakan oleh Blogger.